Syarat pengajuan UKT

Menindaklanjuti surat Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan Kemendikbudristek nomor
1098/J5/KM.01.00/2021 tanggal 6 Agustus 2021 hal Penyaluran Bantuan UKT Semester Gasal T.A
2021/2022, dalam rangka pelaksanaan program Pemulihan Ekonomi Nasional dari dampak Pandemi
Covid-19, Kemendikbudristek kembali meluncurkan program Bantuan UKT/SPP. Penerima
manfaat dari kegiatan ini adalah mahasiswa aktif yang orangtua/penanggung biaya kuliah
mengalami kendala finansial karena terdampak pandemi covid-19 dan tidak sanggup membayar
UKT/SPP semester Gasal tahun akademik 2021/2022.
Perguruan Tinggi penerima kuota, diberikan kewenangan untuk menentukan penerima bantuan
UKT/SPP semester Gasal tahun akademik 2021/2022 dan melakukan perekrutan penerima bantuan
UKT/SPP. Sasaran penerima tidak mengikat terhadap penerima pada semester sebelumnya. Oleh karena itu, prioritas penerima bantuan UKT/SPP
semester gasal tahun akademik 2021/2022 sebagai berikut:
1. Mahasiswa penerima adalah mahasiswa aktif yang sedang menjalani perkuliahan dan terlapor
pada PDDIKTI;
2. Mahasiswa penerima pada semester sebelumnya yang masih memenuhi syarat dan kelayakan
penerima bantuan UKT/SPP;
3. Mahasiswa yang mengalami kendala finansial karena terdampak pandemi Covid-19 dan tidak
sanggup membayar UKT/SPP semester gasal tahun akademik 2021/2022;
4. Mahasiswa penerima tidak sedang dibiayai oleh program KIP Kuliah atau program beasiswa
lainnya yang membiayai UKT/SPP secara penuh maupun sebagian dan tidak tercatat di beasiswa Bidikmisi
5. Mahasiswa yang berasal dari daerah 3 T. terpencil .

Adapun berkas yang harus diserahkan adalah :

1. Surat Pernyataan bahwa orang tua/wali penanggung biaya kuliah mengalmi kendala financial karena terdampak pandemi Covid 19

2. Surat Pernyataan mengenai Bantuan UKT yang ditandatangani Mahasiswa dan K.Prodi

3. Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP)

4. Fotocopy Kartu Keluarga (KK)

5. Kartu Peserta Program Keluarga Sejahtera (PKH)/Kartu Keluarga Sejahtera (KSS), Slip Gaji orang tua/Wali dengan maksimal pendapatan kotor gabungan orang tua/wali sebesar Rp. 4.000.000,- (empat juta rupiah)

6. SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu)

7. Persyaratan selengkapnya sebagaimana terlampir.

-=[ Download ]=-

Update Posting : Minggu, 22 Agustus 2021 0:36:24 WIB | Dibaca : 77 kali